||| Assalamualaikum Wr, Wb. ||| Selamat datang ke blog saya ini ||| Semoga ada manfaat yang dapat anda peroleh |||
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Juli 2013

NASEHAT BUAT MURIDKU, “TUTUPLAH AURAT DAN HINDARI PACARAN”…!

Beberapa hari yang lalu aku mengurus keperluan administrasi berupa berkas untuk mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan/tunjangan gubernur. Setelah urus ini itu, aku duduk beristirahat sambil berbincang dengan staff TU di tambah beberapa mahasiswa yang sedang menjalankan KKU (kuliah kerja usaha) dari suatu Universitas di kota Pematangsiantar. Beberapa orang diantaranya ternyata adalah muridku sewaktu mereka masih duduk di bangku aliyah.

Saat aku sedang duduk sembari berbincang ringan dengan murid2ku, aku memecah kekakuan dengan sekedar mengajukan beberapa pertanyaan ringan tentang ini dan itu. Tiba-tiba salah seorg staff TU bertanya, yg kira-kira begini bunyinya “kenapa bapak gak nerima pertemananku di FB, apa karena ada fotoku gak pakek jilbab ya?”. Jawabku “iyakah? Maaflah, bapak buat gitu di FB dalam rangka mendidik, baik bagi murid aktif maupun yang udah alumni, maaf ya”. “Ish.. gitu kali bapak sama aku, janganlah gitu”,”sekali lagi maaf ya, bapak hanya bermaksud mendidik di FB, soalnya mayoritas teman bapak di FB adalah murid-murid bapak, kalo mau berteman di FB dengan bapak, ikutilah ketentuan itu”.

Lalu aku pun menjelaskan sejauh pengetahuanku tentang seperti apa dan apa hikmah terkait pakaian yang memenuhi syari’at  agama bagi seorg wanita. Muslimah, demi kehormatan dan kebaikan serta sebagai wujud dari kepatuhan menjalankan aturan agama maka berpakaian sesuai syari’at adalah suatu keniscayaan. Jilbab hendaknya lebar, besar, tidak tipis dan tidak dibelitkan gak karuan. Lalu baju dan rok maupun celana hendaklah longgar, tidak tipis dan tidak ketat serta tentunya harus menutup aurat.

Mendengar penjelasanku, staff TU memprotes “elleeehhh…, perempuan yang pakek jilbab kan belum tentu juga masuk syurga”, benar sekali bhw jilbab tidak menjamin seorang wanita itu masuk syurga, karena bisa saja jilbabnya tdk sesuai kriteria dan atau akhlaknya buruk walau sudah berpakaian spt itu, dan perempuan yg tidak berjilbab juga belum tentu masuk neraka, karena boleh jadi perempuan itu masih kecil dan belum baliq, jadinya belum sampai hukum syari’at padanya, tapi wanita yang tidak mau dan menentang untuk mengenakan jilbab pasti berdosa dan nerakalah balasannya. “Jadi pak, pakaianku dan jilbabku yg sekarang ini bagaimana, udah pas?”. Dengan senyum kujawab “Belum kayaknya, jilbabnya masih kecil dan dibelit2 gak karuan, bajunya juga masih menampakkan lekuk badan secara nyata” (astaghfirullah, aku jadi memperhatikan, moga-moga pahala puasa gak ludes).

Tanyanya lagi “trus pak, tidak boleh ada foto yg berduaan dan atau berdekatan sama pacar juga masak bapak jadikan persyaratan? Detail kali sampai kesitu, kami kan gak sentuhan juga cuman pegangan tangan”. “Maaf ya bu, sekali lagi sebenarnya itu saya tujukan kpd anak murid, kalo yg dah dewasa saya gak berani lagi negurnya”, tambahku “Ibu, pacaran itu sendiri aja dilarang dalam agama, selaian karena ikatan yg ada adalah semu, pacaran juga adalah gerbang kepada perzinahan, makanya skrg semakin banyak aja org yang pacaran lalu terpaksa dinikahkan walau masih anak sekolahan/kuliahan karena keburu hamil duluan”, “Ibu, ketika kita memajang foto yg tidak menutup aurat, berduaan dengan yg bukan mahram dan memasang foto close-up yg memperilihatkan keindahan diri secara detail dan ditambah kesan manja dan menggoda, lalu foto-foto itu dilihat oleh orang yang tidak berhak, bukankah itu akan menimbulkan dosa bagi yg meihatnya?”, “lalu, yg lebih buruk lagi, ketika seseorg itu meninggal, sedang ia belum sempat menghapus foto-foto tadi, maka jadilah foto-foto itu deposito dosa bagi si mati, dan itu akan terus terjadi selama foto-foto itu belum dihapus, bagaimana hendak dihapus sementara user id dan passwordnya dibawa mati, harapan satu-satunya adalah FB tumpur dan tutup, lalu bagaimana lagi jika seandainya foto-foto itu didownload lalu diupload ulang, sungguh tidak terbayangkan akibatnya”. Ia terlihat setuju dan manggut2.

Lihatlah bagaimana perlakuan Allah pada seseorang ketika ia mendapat hidayah atau juga menyatakan keimanan? Allah SWT berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (QS. Al-Ankabut [29] : 2-3)

Jelaslah bhw Allah akan menguji keimanan hambanya, ujian itu untuk menunjukkan siapakah yg imannya palsu, rapuh, lemah hingga yg kuat. Ujian juga sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan atau paling tidak sebagai penyegaran, sebab bukan iman namanya jika tidak pernah melalui ujian. Menurut hemat saya ujian itu ada dlm tiga bentuk: pujian, penentangan dan ketidak pedulian. Contohnya seorg muslimah yg berpakaian sopan menutup aurat, ia akan mendapatkan ujian berupa pujian, dengan begitu ia bisa terbuai dan merasa paling baik sehingga menyebabkan ia mnjadi lupa dan sombong. Lalu, jika penentangan dapat berupa cibiran dan ejekan: “pakaian apa itu, pakaian kok sombro macam orang hamil”, dibilang juga gak ada bentuknya sama sekali, gak seksi dan seterusnya. Tapi yang paling berbahaya adalah ketidak pedulian atau situasi yg seolah tanpa tantangan, tidak ada org yang memuji, mencela. Disitulah pendirian juga akan diuji, apakah jika setelah tiada bahaya lalu merasa aman dan tak perlu lagi menutup aurat? Camkanlah bhw kewajiban dijalankan bukan karena dihadapan manusia, tetapi semata2 adalah wujud kepatuhan kepada aturan Tuhan.

Rupanya pembicaraan ini juga disimak oleh murid2ku yg udah tamat. Mereka mesam-mesem, tergelitik keinginanku utk bertanya, “Eh, biasanya kalian yang anak kuliahan ini punya pacar kan?”. Ada yg malu-malu raut wajahnya, ada yg senyum2 saja dan ada yang bilang “gak punya pak”. “Gak punya itu kan bisa macam2, udah putus, belum laku atau mmg gak mau pacaran?”, jawabnya enteng “udah pernah sih pak, tapi udah putus”, “Syukurlah, berati kau saat ini selamat” jawabku, ia nya sewot “ish bapak ini”. “Nah…! Kayaknya kau punya kan?” tanyaku pada muridku yang satunya, “iya pak, tapi aku lagi bingung nih pak” jawabnya sedih. Agaknya aku bakalan dengar curhatan nih, maklumlah murid sendiri, biasanya guru dianggap dekat jadi tempat curhat yg tepat. Murid sering kali berlebihan menilai, menganggap bahwa guru adalah sosok manusia yg mendekati sempurna, celakanya  adalah jika suatu ketika ia melihat kekurangan yang ada pada gurunya ia menjadi kecewa sejadi-jadinya hingga nasihat dan budi yg pernah diajarkan seolah tiada berpengaruh walau memang tidak dilupa. Si anak lupa, bhw gurunya adalah manusia biasa juga.

Mulailah dia bercerita ttg pacarnya yg mengajak menikah karena sudah bertahun pacaran, namun ia sendiri dan orang tuanya masih ingin menyelesaikan dulu kuliahnya yang tinggal satu tahun lagi, tapi ia juga takut utk kehilangan si abang. Duh, kasus berat nih. “Nak, sulit bagi bapak utk memberikan solusi karena kalian sendiri sedang pacaran, sedang dalam kamus bapak tidak ada yg namanya pacaran, bukankah dirimu tahu bahwa Islam melarang pacaran, islam memerintahkan kita untuk tdk mendekati zina”.

Lanjutku “Tapi walaupun begitu bapak akan coba memberi nasehat, setidaknya ini dapat sedikit menenangkan hatimu, mintalah si abang bersabar, karena bagaimanapun ridha orang tua sangat berpengaruh”. “Anggaplah dalam waktu satu tahun ini adalah kesempatan bagi kalian untuk lebih bersiap-siap dan menambah pengetahuan agama yang berkaitan dengan membangun rumah tangga”. “Ilmu itu bisa kalian dapatkan dengan membaca buku-buku agama atau bertanya dalam majelis ilmu agama terkait topik masalah munakahat/pernikahan”. “Dan dalam kurun waktu satu tahun ini, hindarilah khalwat dan perjumpaan yg tidak perlu, karena bapak khawatir syetan akan menjerumuskan kalian”. “sibukkan dirimu dengan kegiatan positif agar kebingungan dan kegelisahan itu tidak selalu hadir dan membuatmu makin tertekan, insya Allah waktu satu tahun itu tidak akan lama”.

”Bapak tidak menafikan bhwa pacaran itu mmiliki manfaat, tapi ketahui juga bhwa mudharatny buanyak sekali, dan tidak sebanding sama sekali dengan manfaatnya”. “Nak, pacaran adalah pintu gerbang perbuatan dosa, adanya ikatan hati dan janji-janji yang diikrarkan melebihi kemampuan manusia itu sendiri, dimana hanya Allah sendiri yg berhak menjanjikan yg spt itu dan berkuasa memenuhi janji-janji itu”. “Pacaran dimulai dari membuka hatinya padamu sehingga ketika hatimupun menginginkannya engkaupun akan membuka pintu hatimu untuknya”, “lalu ia selanjutnya mmbuka tangannya utk menggenggam tanganmu, lalu selanjutnya lagi mulailah dia membuka ketiaknya dan engkaupun ada dalam rangkulan bahkan dalam pelukannya, dan setelah itu pakaianmu pulalah yang akan dibukainya, naudzubillah mindzalik”.

“Pacaran juga dapat menghalangi datangnya rahmat Allah padamu, boleh jadi saat engkau berpacaran dengannya ada lelaki lain yang baik akhlak, siap dan matang kepribadiannya datang melamarmu, engkau menolaknya karena terlanjur ingin setia sama pacar yg belum tentu ia akan jadi suamimu”, “Setahu bapak, biasanya org pacaran itu sering bersikap yang bertolak belakang dari aslinya atau tidak menunjukkan sikap aslinya, akhirnya sama-sama tertipu“

“Nak, takutlah jika ada lelaki yang baik akhlaq dan agamanya lalu engkau menolak dengan alasan yang tak ma’ruf, sebab sangat mungkin engkau akan mendapat kesulitan dan bencana setelahnya, lelaki yang baik akhlaq dan agamanya adalah anugerah, menolak anugerah berarti mengundang bencana, lain halnya jika engkau mendapati bahwa akhlaqnya buruk”. “Tapi, nasehat bapak ini bukan hanya utk perempuan, sebaliknya, jika ada wanita baik-baik menawarkan diri untuk dinikahi maka hati-hatilah, jika penolakannya berdasarkan alasan yang tak baik, itu tentu sama saja menolak anugerah dan mengundang bencana”, “bapak bisa berbicara begini karena bapak telah melakukan kesalahan di masa lalu, dan saat ini bapak sedang menerima akibat dari kesalahan bapak, semoga Allah mengampuni dosa bapak”.

Oleh karena itu, jagalah dirimu dan kehormatanmu, ikutlah nasehat yang baik, jangan lagi menambah mengulang dan menambah kesalahan yang sama. Tutuplah auratmu dengan pakaian yang baik dan hindarilah pacaran.

“Iya pak, terimakasih ya pak atas nasehatnya, besok saya minta nasehatnya lagi ya pak”, “Insya Allah kalo ada waktu”, “Eh, ngomong-ngomong bapak sendiri kapan nikahnya?”, Gubrakkkkk…! “ntahlah…!, hehehehe….”

Jumat, 21 Oktober 2011

Akhir Dari 2 Kagum Yang Tak Tersampaikan

 

Pemuda itu hanya termangu diam disamping pohon kurma ditepi padang pasir di kota madinah. Betapa hatinya tergoncang manakala dia tahu bahwa wanita itu akan dipersunting oleh sahabat seniornya sendiri yang bernama Abu Bakar. Seorang sahabat yang tidak diragukan lagi kesetiaannya pada rasul. Sahabat senior yang menemani rasul saat berhijrah dan pria soleh itu pula yang menyumbangkan seluruh hartanya untuk Islam ini tanpa sisa sedikitpun.
Ia mencoba untuk tetap tersenyum. Sejak dari dulu seharusnya ia sadar harus menepis apa yang dirasakannya itu, cukuplah hanya sebatas kagum kepada wanita ahli surga yang juga putri dari orang yang sangat dikasihinya. Akhirnya ia putuskan untuk menyimpan didalam hatinya saja. Cukup dia dan Allah yang tahu. Apalagi sekarang sudah ada Abu Bakar, sekarangpun ia bisa tenang karena ada lelaki yang lebih siap dan lebih baik darinya yang meminang bidadari dunia itu.

Dialah Ali Bin Abi Thalib. Seorang pemuda yang cerdas dan bahkan Nabi pun memuji karena kecerdasannya itu sendiri. Butiran pasir terus beterbangan dengan indahnya dipadang pasir tempat pemuda itu merenung. Tak berapa lama kemudian, tersiarlah kabar bahwa lamaran Abu Bakar ditolak oleh rasul. Entah seperti ada setetes embun yang menyejukan hatinya. Ternyata harapan itu masih ada. Maka dia mencoba merekatkan kembali puing-puing harapannya kembali untuk membangun nyali keberanian dan semangatnya lagi untuk bertemu sang rasul. Ia pikir setiap manusia memang layak mendapatkan kesempatan kedua.

Tapi ternyata ia terlambat. Ada seorang sahabat senior kembali yang mendahului geraknya untuk meminang wanita solehah itu. Dia bernama Umar Bin Khatab. Ali menelan kepahitan sekali lagi. “Apa yang kurang dari Umar?” Ia adalah lelaki yang sangat kuat imannya bahkan sampai setan yang bertugas menggodanya pun sangat takut dengannya. “Mungkin dialah orang yang dicari rasul”, kata hatinya. Sebagai seorang manusia, ia mencoba merasionalisasikan pikirannya kembali. Ya, sebenarnya itu dia lakukan agar ia bisa tenang didalam hatinya untuk tetap dapat berdzikir ikhlas kepada Allah. Tidak ada alasan untuk menolak lelaki kuat seperti diri Umar Bin Khatab.

Tapi lagi-lagi Allah berkehendak lain. Lamaran Umar pun ditolak oleh rasul. Entah si cerdas itu setengah percaya atau setengah tidak, tapi yang pasti itulah yang terjadi. Siapakah sebenarnya yang rasul cari. Apakah keimanan sang Abu Bakar dan Umar Bin Khatab beserta kekayaannya masih belum cukup bagi rasul?

Didalam kamarnya, wanita ahli syurga itu masih bisa tenang dan berpikir. Fatimah belum mengerti maksud ayahnya. Sudah dua lelaki soleh yang ditolak. Fatimah tidak tahu apakah ayahnya dapat membaca isi hatinya atau tidak. Tetapi sebenarnya Fatimah saat ini pun memendam decak-decak kagumnya kepada seorang pemuda soleh diluar sana. Seorang pemuda yang sangat luar biasa keimanannya, yang lidahnya terus dibasahi oleh dzikir-dzikir cinta kepada Allah. Saat ini, seandainya dia mau, mungkin ia dapat dengan mudah mengisahkan perasaannya pada ayahnya yang sangat menyayanginya. Namun karena kesucian dirinya, sepenuh jiwanya berjihad menahan perasaannya kepada pemuda yang bernama Ali Bin Abi Thalib itu.

Disekitar padang pasir sana masih sering terlihat Ali yang sedang merenung, namun Ali tampaknya kini sudah lebih kokoh. Walaupun ia sudah tahu bahwa Umar kini mencoba meminang diri Fatimah. Baginya, kecintaan kepada seorang insan tidak akan bisa mengalahkan rasa cinta murninya kepada Allah. Karena Allah mudah sekali membolak-balikan hati seorang hambanya. Maka tak perlulah ia terlalu gusar, karena satu yang ia fahami. Bahwa kematian, rezeki dan pasangan hidup telah diputuskan sebelum ia lahir ke bumi ini oleh pencipta dirinya.

Tampak sekawanan pemuda Anshar itu tergopoh-gopoh menuju ketempat Ali berada. Raut wajah mereka tampak senang sekali seakan-akan ingin menyampaikan kabar gembira kepada Ali. Ali mengira bahwa mereka akan menyampaikan kabar gembira bahwa rasul telah menyambut seruan Umar Bin Khatab untuk mendampingi wanita itu. Kalaupun benar kabar itu, kini ia telah siap menerima kabar itu.
“Rasul menolak pinangan dari Umar, Ali”, teman Ansharnya berkata kepada dirinya. “Ali, mungkin engkaulah yang dinanti sang Rasul”, temannya kembali menegaskan. Ali terdiam sejenak. Mungkin ia bisa senang saat ini, tapi ia masih bertanya-tanya, siapakah sebenarnya yang dicari lelaki agung itu, apakah benar dirinya. ”Ah tak mungkin”, keras hatinya. “Engkau adalah pemuda yang soleh dan selalu menjaga dzikirmu kepada Allah, mungkin rasul sangat menginginkanmu datang kepadanya”, temannya mencoba terus mendorong.

Ada celah-celah langit hatinya yang bersinar kembali, setelah awan ketidakyakinan menutupi relung jiwanya. “Inikah kesempatan keduaku?” Ali mencoba memantapkan keyakinannya kembali. Saat itu pula Ali belum yakin apakah ia akan memenuhi celah langit didalam hatinya. Namun berkat dorongan teman-teman dan kemantapan hatinya akhirnya ia temui lelaki agung itu, Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasalam.

Suasana rumah rasul hening untuk sesaat. Mungkin saat itulah yang paling mendebarkan didalam hidup Ali Bin Abi Thalib, seorang pemuda yang kini mencoba meminang diri Fatimah Az Zahra. Fatimah pun dengan segenap ketegangannya berada dibalik tabir kamarnya mendengar secara sayup-sayup percakapan mereka berdua. Tiba-tiba mulut rasul mulai mengeluarkan kata-kata “Ahlan wa Sahlan wahai Ali”. Kata-katanya cukup sampai disana. Tidak kurang dan tidak lebih. Apakah itu pertanda Iya atau Tidak itu masih belum jelas. Makna kalimat yang begitu luas seperti lautan tadi membuat Ali disana dan Fatimah didalam kamarnya tenggelam pada kebingungan.
Lambat-laun akhirnya Ali faham maksud dari sang rasul. Namun kini ia sampai pada pertanyaaan yang sangat menohok tenggorokannya. “Apakah mahar yang kau bisa berikan Ali kepada anakku Fatimah?”. Suasana menjadi hening kembali. ia coba merangkai-rangkai alasan untuk tidak menjawabnya secara langsung.
Meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan!
Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Akhirnya dia hanya bisa berkata bahwa hanya baju perang tua kesayangannya lah yang dapat ia jadikan mahar untuk meminang wanita yang dikaguminya itu. Dan dengan ekspresi senangnya, rasul pun mengiyakan apa yang dikatakan oleh Ali.
Dan akhirnya dua tali kekaguman yang tak tersampaikan itupun mampu terlilit kuat dan rapi. Allah lah yang melilitkan ikatan cinta suci itu. Inilah kisah kesabaran dan ketegaran Ali, kawan. Kisah ini terus menjadi inspirasi untuk setiap insan beriman yang ingin menjaga hatinya. Betapapun kamu kagum kepada seseorang, Allah pasti tahu itu. Maka izinkanlah hatimu itu untuk menjaganya kawan.

Copy-paste by Mr. Suyadi ATB MANPS From:
http://situslakalaka.blogspot.com/2011/08/akhir-dari-2-kagum-yang-tak.html

Rabu, 05 Oktober 2011

Hati-hati. Kamera Tersembunyi Sedang Mengintai Anda.

Hati-hati. Kamera Tersembunyi Sedang Mengintai Anda. Silahkan Baca Pesan ini. (Terlebih untuk para akhwat )..!!!!

====================

* Bagaimana Mendeteksi Kamera Tersembunyi di Ruang/Kamar Pas?

Di depan ruang/kamar pas ambil ponsel Anda dan pastikan bahwa ponsel dapat melakukan panggilan ... Lalu masuk ke dalam, ambil ponsel Anda dan lakukan panggilan lagi.. Jika anda tidak dapat melakukan panggilan, Berarti ada kamera tersembunyi ..!!! Hal ini disebabkan oleh pengaruh gangguan kamera pada kabel serat optik ponsel selama transfer sinyal.

Silakan teruskan pesan ini ke teman Anda agar publik tahu masalah ini... Untuk mencegah para wanita yang tidak berdosa dari KAMERA TERSEMBUNYI .

* Kamera lubang jarum yg terdapat di Kamar Ganti Pasar Murah Akbar (Big Bazaar), atau Pusat Belanja? Beberapa hari yang lalu, saya menerima pesan teks: “Harap jangan menggunakan ruang/ kamar pas Pasar Murah Akbar (Big Bazaar); ada kamera lubang jarum untuk membuat MMS [Layanan Pesan Multimedia] yang menampilkan foto/ video curian gadis-gadis muda yang sedang berganti pakaian".

Jadi, tolong sebarkan ini kepada semua gadis. Juga kepada semua laki-laki yang memiliki saudara perempuan dan teman perempuan.."

Jangan malu dalam meneruskan pesan ini. Karena ini menyangkut perlindungan kehormatan semua gadis & wanita pada umumnya.

* Bagaimana mendeteksi keberadaan CERMIN 2-ARAH?

Ketika kita mengunjungi toilet, kamar mandi, kamar hotel, ruang ganti, dll, berapa banyak dari Anda yang tahu pasti bahwa cermin yang tampaknya biasa tergantung di dinding adalah cermin nyata, atau sebenarnya cermin 2-arah (mereka dapat melihat Anda ,tetapi Anda tidak dapat melihat mereka).

Ada banyak kasus orang memasang cermin 2-arah di ruang ganti perempuan atau kamar mandi atau kamar tidur.

Sangat sulit untuk mengidentifikasi cermin tsb. dengan hanya melihat permukaannya. Jadi, bagaimana kita menentukan dengan pasti jenis Cermin yang sedang kita lihat? LAKUKAN TES SEDERHANA INI: Tempatkan ujung kuku Anda ke permukaan cermin dan jika ada JARAK antara kuku anda dan BAYANGAN kuku, maka itu adalah cermin ASLI. Namun, jika kuku Anda LANGSUNG menyentuh gambar kuku Anda, maka WASPADALAH, ITU adalah CERMIN 2- ARAH..!! (Mungkin ada seseorang yang melihat Anda dari sisi lain).

Jadi ingat, setiap kali Anda melihat cermin, lakukan "tes kuku jari." Ini tidak dikenakan biaya apapun. Hal ini mudah untuk dilakukan. Ini hal yang sangat baik untuk dilakukan.

Alasan adanya jarak pada cermin nyata, adalah karena kertas perak yang terdapat di bagian belakang kaca. Sedangkan pada cermin dua arah, kertas peraknya terdapat pada permukaan kaca. Ingatlah baik-baik..!

Pastikan dan periksa ini setiap kali Anda masuk di kamar hotel atau ruangan yang menyediakan cermin. Bagikanlah kepada saudara perempuan Anda, istri, putri, teman, kolega, dsb.

Sampaikan pesan ini ke semua teman yang bisa dikontak. Semoga bermanfaat. :)



( Qobla An Ansa )

laporan dari reporter kami

Copy-paste by Mr. Suyadi ATB MANPS From:
http://www.facebook.com/sarah.mellina

Rabu, 08 September 2010

Filosofi Hidangan Ketupat Idul Fitri

Alhamdulillahirobbil alamin wassholatu wassalamu alal mursalin wa ala alihi washohbihi aj’ma’in (Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam, Sholawat dan salam kepada nabi dan rasul yang utama dan kepada kaum keluarganya dan para sahabatnya sekalian).

ketupat3

Puasa secara istilah memiliki pengertian menahan diri dari makan dan minum serta segala hal yang membatalkan puasa dan pahala puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari saat tiba waktu berbuka. Puasa adalah salah satu rukun islam yaitu rukun islam yang ke-3. Saat tulisan ini saya edit dan revisiR puasa Ramadhan hampir selesai dilaksanakan dan dalam 2 hari kedepan tibalah hari kemenangan, yaitu suatu hari dimana orang-orang yang beriman yang berpuasa merayakan kemenangannya dalam menundukkan hawa nafsu selama bulan Ramadhan. Selain itu pada malam harinya disemarakkan dengan tadarrus dan qiyamul lail lainnya seperti sholat tarawih dan witir. Semoga Allah menerima amal kita selama satu bulan ini.

Kita bangsa Indonesia sudah menjadi budaya bahwa ketupat selalu mewarnai hari raya idul fitri dan beberapa hari berikutnya. Mungkin tidak banyak yang tahu apa makna atau pesan moral yang terkandung di dalam hidangan ketupat tersebut, dalam kesempatan ini saya mencoba untuk menjelaskan kembali apa makna yang terkandung dalam hidangan ketupat.

Sebagaimana kita ketahui bahwa ketupat lazimnya adalah nasi yang dimasak dengan didalam bungkus berupa rangkain/anyaman/rajutan yang terbuat dari daun kelapa muda berwarna kuning yang kita kenal dengan nama janur.

JANUR
Janur yang berwarna kuning, diibaratkan kekayaan, kemuliaan, kejayaan. letaknya yang ada diatas pohon dan sulit untuk diambil karena tidak sembarang orang mampu mengambilnya,  hal mengisyaratkan bahwa kejayaan hidup yaitu mencapai kehidupan bahagia di dunia dan akhirat tidaklah mudah untuk dicapai. Ianya membutuhkan tawakal (usaha keras dan doa serta keputusan dari usaha itu diserahkan sepenuhnya kepada Allah).

NASI PUTIH
Nasi putih yang ada didalamnya menunjukkan keihklasan, kejujuran dan keimanan bahwa segala kejayaan yang diraih semata-mata hanya karena izin Allah yang diperoleh, digunakan dan untuk tujuan yg baik dan benar.

KUATNYA JALINAN JANUR
belum pernah kita mengetahui bahwa nasi yang dimasak didalam bungkus itu pecah dan isinya berserakan, akan tetapi kita mendapati nasi yang masak dan padat serta mengenyangkan walaupun kecil bentuknya. Kepadatan nasi mengisyaratkan bahwa keikhlasan, kejujuran dan keimanan yang kita miliki hendaklah kuat dan solid.
BILANGAN HELAI JANUR
Lazimnya sebuah ketupat dibentuk dari dua helai janur kuning, itu mengisyaratkan bahwa kuatnya janur dalam membungkus nasi didalamnya menggambarkan kuatnya kalimat Syahadatain {Asyhadu alla  ilahailallah-Wa Asyhadu anna Muhammadarasulullah} dalam mengikat akhlak kita. Akidah (Islam) mengikat akhlak mencakup fikir, hati, lisan dan perbuatan kita agar tetap berada dalam jalur yang benar (akhlak mahmudah),  trhindar dari akhlak buruk/mazmumah.

CARA MEMBELAH
Bisa dibayangkan jika kita membuka ketupat yang sudah masak dengan  mencabik-cabik rangkaian janur tersebut, pastinya sulit, akan banyak tenaga yang diperlukan, bentuk isi ketupatpun pasti tidak karuan. Cara mengupas ketupat adalah dengan membelah dari tengah ketupat tersebut, tentunya menggunakan pisau yang benar-benar tajam, karena janur yang telah dimasak menjadi lebih kuat dibanding ketika ia masih segar. Tajamnya pisau mengisyaratkan kita untuk memiliki kemampuan yang tajam dalam membedakan mana benar dan mana salah.

ketupat2

SISA BUNGKUS KETUPAT
Bungkus ketupat yang tersisa setelah dibelah coba kita urai satu-persatu lalu kita sejajarkan, kita akan melihat bahwa helaian janur tersebut menjadi banyak dan ukurannya berbeda-beda, tetapi perbendaan diantaranya tidaklah sangat mencolok, memang ada yang paling pendek dan ada yang paling panjang, akan tetapi juga kita tidak akan melihat helaian yang benar-benar pendek sekali ataupun yang benar-benar panjang sekali. Hal ini mengisyaratkan bahwa kita sebagai umat islam hendaknyalah saling peduli kepada sesama terutama pada yang lemah, apalagi di hari raya ini, mari kita berbagi kepada sesama membantu yang lemah agar jurang perbedaan antara simiskin dan sikaya tidak semakin lebar, sikuat dan silemah agar silemah tidak semakin terhimpit, insya Allah.

SAYUR DAN LAUK PAUK YANG MENYERTAI
Bagaimana jika ketupat dihidangkan tanpa sayur, tanpa lauk tanpa racikan bumbu yang benar?, agar ketupat terasa enak saat disantap tentunya membutuhkan sayur, lauk-pauk dan racikan bumbu yang tepat. Hal itu mengisyaratkan bahwa dalam hidup ini kesusahan, kesenangan, kehampaan dan berbagai cobaan dan halangan dalam kehidupan ini telah menjadi ketentuan Allah agar manusia bisa merasakan kenikmatan hidup untuk meraih kebahagiaan hidup di akhirat. Jika semua itu tidak ada, maka kita tak akan mengenal bahagia jika tidak berkenalan dengan kesusahan, kita tak akan mengenal kebenaran jika kita tak berkenalan dengan kesalahan. Asam garam kehidupan, manis pedas kehidupan, susah senang kehidupan itu datangnya dari Allah, semuanya mewarnai setiap kehidupan manusia hingga akhir zaman nanti. Semoga Allah yang maha perkasa selalu memberikan kemampuan kita untuk memilih jalan yang benar didalam hidup dan kehidupan yang semakin sulit ini, Amin ya robbal alamin.

ketupat

Terimakasih kepada salah seorang temanku yang hampir saya lupakan, teman sewaktu saya masih duduk di kelas satu Madrasah Aliyah Negeri Pematangsiantar pada tahun 2000 yang  lalu . Ia menjadi satu-satunya orang yang menjadi rekan dalam membahas apa arti dan pesan dari ketupat, yaitu ukhti Tri Arisandi, walau kini saya tidak  tahu dimana ia berada dan bagaimana keadaannya. Saya berdoa semoga Allah selalu dan semakin melimpahkan kasih dan sayangNYA padanya dan selalu menunjukkan jalan keluar atas segala kesulitan yang ia alami.

Dalam kesempatan ini saya secara pribadi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa, selamat mencapai kemenangan, selamat mencapai kesucian diri, selamat atas keberhasilannya dalam menggapai keridhaan Allah SWT. Kullu amin wa antum bikhair (semoga kebaikan bersamamu sepanjang masa), Minal aidin wal faidzin (Semoga kita menjadi orang orang yang kembali suci dan berbahagia), Mohon maaf atas segala kesalahan, dan mohon dihalalkan atas makan dan minum yang datang melalui anda semua, Taqobbalullah huminna waminkum (semoga Allah menerima amal kami dan amalmu), Astagfirullah liwalakum (Aku memohonkan keampunan atas dosaku dan dosa anda semua) Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh.

 
Penulis: Suyadi ATB MANPS
Naskah diedit/revisi pada pukul 00:12:25. tgl 7 September 2010

Kamis, 15 Juli 2010

Ketika Tokoh FPI Mengisi Acara MOS SMK

Tak banyak sekolah setingkat SMU yang mengisi acara Masa Orientasi Sekolah atau MOS mereka dengan kegiatan Islami. Terlebih lagi yang mengisi acara Islami tersebut ormas sekaliber FPI.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Garut membuat terobosan terkait penerimaan siswa baru. Sekolah ini mengisi kegiatan orientasi siswa atau pengenalan lingkungan sekolah dengan pemberian materi pendidikan akhlak dan keimanan.

Hari pertama masa orientasi, pemateri dari Front Pembela Islam (FPI) langsung didatangkan dari Jakarta. Kedatangan belasan pria berjanggut tebal, berpeci dan mengenakan serban putih ini cukup mengagetkan para peserta orientasi yang sedang duduk berbaris di halaman depan sekolah mereka.

Sejenak, pandangan para siswa baru itu tertuju pada rombongan anggota FPI yang berlari kecil mengikuti sebuah mobil yang ditumpangi pemimpin mereka. Teriakan takbir pun berkumandang mengagetkan para siswa.

Wulan (16), seorang siswa baru, mengaku cukup kaget. "Soalnya awalnya saya dengar akan ada Ustad Arifin Ilham. Ternyata yang datang FPI, kaget juga," kata gadis berkerudung ini saat ditemui di SMKN 1 Garut, Senin (12/7).

Meski sedikit nervous, dia mengaku sangat senang. Apalagi, ujarnya, materi yang diberikan Ketua Lembaga Dakwah FPI Abdurrahman Jaelani sangat meresap dan mudah dicerna. Dengan bahasa anak muda dan logat Betawi yang kental, Abdurrahman seolah mampu menghipnotis para siswa maupun staf pengajar dan karyawan yang hadir dalam acara itu.

Para peserta sesekali diajak tertawa, serius, kadang tegang. Bahkan Abdurrahman tak segan memberi contoh tentang pengaruh negatif kasus video mesum yang diduga dilakukan selebritis.

"Daripada materi-materi yang nggak jelas, mendingan materi seperti ini. Ini sangat penting dan bermanfaat bagi kami," kata Nur, siswa baru lainnya.

Meski awalnya dikhususkan siswa baru, hampir seluruh penghuni sekolah mengikuti kegiatan langka ini. Mereka pun rela panas-panasan di bawah terik mentari.

Susi Maharani (17), siswa kelas III, mengaku sangat bersyukur.

"Kegiatan ini sangat bagus untuk membentuk moral dan akhlak generasi muda. Dulu-dulu nggak ada seperti ini," tuturnya.

Hal serupa dikemukakan seorang orangtua siswa, Nurhayati, warga Kecamatan Tarogong Kaler. "Saya tadinya khawatir akan diisi perpeloncoan. Ternyata tidak. Kegiatan ini sangat positif," katanya.

Pada siang cukup terik itu, materi yang diberikan FPI tidak disampaikan satu orang tapi dua orang. Namun tak seorang peserta pun beranjak dari tempat duduknya. Mereka justru makin antusias mendengar pemateri berikutnya yang disampaikan Wakil Sekjen FPI Pusat Ust Alwith Mahsyuri.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Garut Dadang Djohar mengatakan pihaknya sengaja mengisi kegiatan seperti ini untuk mempertebal dan membentengi akhlak siswa dari tantangan arus globalisasi. Dadang menjamin tidak ada perpeloncoan oleh para senior terhadap adik kelasnya dalam masa orientasi selama tiga hari tersebut. mnh/tribunjabar